Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Palestina, Aku Datang Atas Nama Cinta

Gambar
Ahad, 17 Desember 2017

JANGAN BIARKAN GEMPA MERENGGUT CERIAMU (DI TEEJAY TRAUMA ITU TERTANGGALKAN)

Gambar
Sabtu, 16 Desember 2017 (Ba'da Dzuhur)             Malam itu, tanggal 15 Desember 2017, jam 23.56.   Kami sekeluarga terguncang oleh guncangan yang tak biasa.  Getaran gempa yang menyerupai jungkat-jungkit dengan kecepatan tinggi.  Segala yang berada diatas seolah turun dan menimpa apa saja di bawahnya dan tiba-tiba bruuuuggg!             Aku segera meraih anakku yang dibangunkan ayahnya.  Kami keluar sampil berdzikir apa saja yang kami ingat.  Lampu mati membuat suasana makin mencekam.             ‘Ya Rabb seandainya Engkau berkehendak meratakan apa yang ada di punggung bumi, maka semua yang ada milikMu jua,’  batinku berserah pasrah.             Yang aku pikirkan bagaimana keselamatan santri dan santriwati yang ada d...

Hari Ini Kudengar Banyak Ramalan

Sabtu, 16 Desember 2017 Rapat penentuan libur diadakan di kantor hari ini.  Catatannya tentu ada di notulaku.  Bukan hasil rapatnya yang menarik buatku tapi seseorang berbincang melalui HP.  Diseberang sana, suara rekan bicara sama sekali tak terdengar olehku. "Bumi ini sudah terlalu tua. Manusia sudah banyak menikmati isi bumi. Cipatujah juga bakal kena tapi di sana banyak bukit, bisa saja naik ke sana.  Apalagi Jakarta tinggal menunggu air laut masuk." Terselangi jeda nampaknya bergantian dengan orang di seberang sana. "Apalagi yang lebih parah akan muncul gunung berapi di Samudra Pasifik. Luasnya sebesar pulau Sumatra." Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun.  Walaahaula walaa quwata illa billah Pagi ini mungkin jam 09.15 aku ditelpon oleh Ibu, juga kerabat.  Mereka semua menanyakan keadaan kami.  Ibuku langsung menangis, mungkin trenyuh melihat foto yang aku kirim.  Masjid yang runtuh.  Aku sendiri merasa bersalah sudah lama tid...

Gempa Jum'at Minggu Terakhir Rabiul Awal

Gambar
Jum'at, 15 Desember 2017 Malam hari pukul 10.15 aku terbangun selepas tidur ba'da Isya.  Berbicara sebentar dengan suami sebelum bergantian, beliau istirahat dan aku....seperti biasa melanjutkan pekerjaan "Abi, saudara-saudara kita di Palestina 24 jam berada dalam suasana mencekam.  Kalau kita mah palingan pas ada kejadian alam.  Seperti gempa, angin besar kemarin, hujan yang terlalu lebat." "Betul. Mi, makanya kita harus banyak mendoakan saudara kita sesama muslim, jangan lupa doa jihad tiap habis sholat." Abi tertidur selepas kami berbincang dan aku kembali berada di depan laptop, menulis di blog, facebook atau apa saja. Kira-kira jam sebelas lewat 39 menit, tiba-tiba lampu mati. Innalillahi aku nggak bisa ngelanjutin browsing sambil dengerin ceramah ustadz youtube favoritku.  Alhamdulillah nggak berapa lama lampu hidup kembali. Mungkin sepuluh menit setelah itu aku merasakan guncangan lumayan keras. "Masya Alloh....Masya Alloh Bi.....gem...