Hari Ini Kudengar Banyak Ramalan

Sabtu, 16 Desember 2017

Rapat penentuan libur diadakan di kantor hari ini.  Catatannya tentu ada di notulaku.  Bukan hasil rapatnya yang menarik buatku tapi seseorang berbincang melalui HP.  Diseberang sana, suara rekan bicara sama sekali tak terdengar olehku.

"Bumi ini sudah terlalu tua. Manusia sudah banyak menikmati isi bumi. Cipatujah juga bakal kena tapi di sana banyak bukit, bisa saja naik ke sana.  Apalagi Jakarta tinggal menunggu air laut masuk."

Terselangi jeda nampaknya bergantian dengan orang di seberang sana.

"Apalagi yang lebih parah akan muncul gunung berapi di Samudra Pasifik. Luasnya sebesar pulau Sumatra."

Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun.  Walaahaula walaa quwata illa billah

Pagi ini mungkin jam 09.15 aku ditelpon oleh Ibu, juga kerabat.  Mereka semua menanyakan keadaan kami.  Ibuku langsung menangis, mungkin trenyuh melihat foto yang aku kirim.  Masjid yang runtuh.  Aku sendiri merasa bersalah sudah lama tidak menyapa ibu.  Bukan aku tak mau tapi beda operator dan sulitnya jaringan kadang membuat kontak dengan ibu tidak membuahkan komunikasi yang lancar.  Maafkan aku Ibu.

Selesai ibu menelpon kini berganti dengan kakak yang di Jakarta.  Dia bicara dengan suamiku, Abi Al Fatih.  Dengan speaker HP, aku dapat mendengar suara di seberang sana.

"Ada bahaya besar karena gempanya terjadi di akhir-akhir bulan Mulud. Akan ada perselisihan antar orang dekat.  Baik di keluarga maupun di kalangan penguasa.  Kemungkinan akan ada gempa 8 hingga sepuluh kali lagi."

Sekali lagi aku berdzikir Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Walaahaula walaa quwata illa billah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Jum'at Minggu Terakhir Rabiul Awal

JANGAN BIARKAN GEMPA MERENGGUT CERIAMU (DI TEEJAY TRAUMA ITU TERTANGGALKAN)