Postingan

ANAKKU INSPIRASIKU

Selasa, 19 Desember 2017 (Sepulang dari Pesantren Alkautsar 561-Cineam-Tasikmalaya) "'Hari ini pikiranku dipenuhi dengan ingatan tentang kamu, Aisy.  Wajah yang dipenuhi beban namun terus berusaha bertahan.  Tiap menemuimu di pesantren yang baru, aku selalu pasang kuda-kuda. Motivasi apa yang harus kupersiapkan untuk menegakkan kaki di dalam jalan perjuangan ini.  Kaki mungilmu sejak dulu terjatuh dan bangun kembali untuk memaknaikaruniaNya Yang Mahaagung. Kini untaian kisahmu menjadi inspirasi bagiku, ummimu yang dua kali lebih tua darimu." *** Berpisah dariku sejak berusia sebelas tahun, membuatnya makin matang dan mandiri.  Ketika mengingat usia sekolah dasar,  aku hampir tak mampu mengusir keraguanku.  Akankah putriku yang satu ini bisa mandiri dan dewasa. Sejak kecil khadimah selalu saja membuat anak-anak merasa keenakan.  Pembagian tugas di rumah pun menjadi kurang efektif. "Bibi, biarlah itu pekerjaan bagian Kak Aisy.  Jang...

Palestina, Aku Datang Atas Nama Cinta

Gambar
Ahad, 17 Desember 2017

JANGAN BIARKAN GEMPA MERENGGUT CERIAMU (DI TEEJAY TRAUMA ITU TERTANGGALKAN)

Gambar
Sabtu, 16 Desember 2017 (Ba'da Dzuhur)             Malam itu, tanggal 15 Desember 2017, jam 23.56.   Kami sekeluarga terguncang oleh guncangan yang tak biasa.  Getaran gempa yang menyerupai jungkat-jungkit dengan kecepatan tinggi.  Segala yang berada diatas seolah turun dan menimpa apa saja di bawahnya dan tiba-tiba bruuuuggg!             Aku segera meraih anakku yang dibangunkan ayahnya.  Kami keluar sampil berdzikir apa saja yang kami ingat.  Lampu mati membuat suasana makin mencekam.             ‘Ya Rabb seandainya Engkau berkehendak meratakan apa yang ada di punggung bumi, maka semua yang ada milikMu jua,’  batinku berserah pasrah.             Yang aku pikirkan bagaimana keselamatan santri dan santriwati yang ada d...

Hari Ini Kudengar Banyak Ramalan

Sabtu, 16 Desember 2017 Rapat penentuan libur diadakan di kantor hari ini.  Catatannya tentu ada di notulaku.  Bukan hasil rapatnya yang menarik buatku tapi seseorang berbincang melalui HP.  Diseberang sana, suara rekan bicara sama sekali tak terdengar olehku. "Bumi ini sudah terlalu tua. Manusia sudah banyak menikmati isi bumi. Cipatujah juga bakal kena tapi di sana banyak bukit, bisa saja naik ke sana.  Apalagi Jakarta tinggal menunggu air laut masuk." Terselangi jeda nampaknya bergantian dengan orang di seberang sana. "Apalagi yang lebih parah akan muncul gunung berapi di Samudra Pasifik. Luasnya sebesar pulau Sumatra." Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun.  Walaahaula walaa quwata illa billah Pagi ini mungkin jam 09.15 aku ditelpon oleh Ibu, juga kerabat.  Mereka semua menanyakan keadaan kami.  Ibuku langsung menangis, mungkin trenyuh melihat foto yang aku kirim.  Masjid yang runtuh.  Aku sendiri merasa bersalah sudah lama tid...